BCL, Raisa & Andien Di Majalah Rolling Stone

Saturday, September 14, 2013

 
3 Penyanyi cantik Indonesia tampil seksi di majalah musik, Rolling Stone edisi terbaru.
Bunga Citra Lestari, Raisa dan Andien tampak mempesona dengan busana serba hitam di cover majalah tersebut. Ketiga diva muda ini juga bercerita banyak hal dalam wawancaranya.



Bunga Citra Lestari

Dalam rentang waktu delapan tahun, Bunga mampu bermetamorfosis dari aktris sinetron yang menyanyi ke penyanyi yang main film.

Tahun 2013 terasa seperti momen kebangkitan bagi Bunga. Film 'Habibie & Ainun' yang menjadi salah satu karya terlaris dalam sejarah sinema Indonesia serta album 'The Best of BCL', yang terdiri dari kumpulan lagu terbaik dan juga beberapa lagu baru.

Konsentrasinya menjadi ibu adalah sebab pengurangan drastis kegiatan Bunga di dunia hiburan dalam beberapa tahun belakangan.

'Dari awal aku berniat, kalau melakukan sesuatu harus seratus persen. Jadi saat aku melahirkan pada akhir 2010, aku mau menjadi ibu yang seratus persen,' Ujar BCL.

Saat anaknya yang bernama Noah tersebut mencapai usia 2 tahun, Bunga merasa tidak lagi perlu terlalu memantau, sehingga rasa rindunya untuk beraksi di dunia hiburan bisa terpenuhi. Dan tidak ada waktu yang lebih tepat bagi Bunga untuk melakukan comeback-nya dibanding pada akhir 2012 dan awal 2013.

Bunga menceritakan,

'Sampai detik ini banyak yang memanggil aku, ‘Ainun! Ainun!’; apalagi ibu-ibu. Di satu sisi agak berat, karena karakter Ibu Ainun sangat berbeda dari aku. Kadang-kadang ekspektasi orang ingin melihat aku seperti melihat Ainun, baik dari cara berbicara sampai attitude.'

Namun perlahan tapi pasti, publik pun memperhatikan seorang Bunga Citra Lestari tanpa ada tempelan karakter Ainun. Walau tak bisa dipungkiri, ia bisa merambah pasar baru karena perannya tersebut.

'Aku jadi seperti punya satu dunia baru, isinya orang-orang yang sebelumnya tidak pernah ada di hidup aku. Aku diundang menyanyi di acara-acara perbankan sampai pemerintahan. Padahal sebelumnya aku lebih identik dengan yang muda, yang seru. Sekarang yang seriusnya pun kena,' imbuhnya.

Kembalinya Bunga ke dunia tarik suara menjadi semakin spektakuler dengan raihan tiga piala di ajang AMI Awards 2013, masing-masing untuk kategori Artis Solo Wanita Pop Terbaik, Karya Produksi Dance/Electro Terbaik untuk lagu 'Hot' yang menampilkan saudara sepupunya, Intan Ayu, sebagai penyanyi tamu, dan Karya Produksi Soundtrack Film Terbaik untuk lagu 'Cinta Sejati' yang merupakan soundtrack film 'Habibie & Ainun'.

Raisa Adriana

Musiknya saja yang bisa membuat tenang, karena kehadirannya tak berhasil membuat Indonesia menjadi tenang. Bernyanyi dan menyampaikan musiknya hingga kini diakui Raisa sebagai satu-satunya tujuan ia berkarier sebagai musisi, bukan nilai glamor atau gosip-gosip panas di infotainment. Ia bahkan segera menolak bila ada media yang memintanya untuk foto mengumbar keseksian yang berlebihan.

Ia memiliki idealisme, dan melakukan sepenuhnya secara total. Bila keberhasilan datang, maka ia harus datang berdasarkan situasi yang diinginkannya dari awal. Seperti ketika ditanya apa pendapatnya mengenai julukan diva yang banyak diberikan kepada penyanyi perempuan di Indonesia.

'Julukan diva itu biasanya konotasinya negatif. Banyak maunya, jauh dari penggemar, dan lainnya. Aku tidak ke arah sana. Tujuan aku bernyanyi supaya bisa bikin orang lain merasa apa yang hati aku rasa. Dari situ kita bisa dekat dengan orang yang kita hibur,' jelas Raisa.

Terkenalnya Raisa datang dengan cukup cepat. Satu single, 'Serba Salah', meledakkan namanya di dunia radio dan disusul dengan dirilisnya album perdana Raisa yang tergarap matang oleh produser Asta dari Ran, serta Handi dan Rio dari Soulvibe.

Album tersebut menunjukkan kapasitas sebenarnya dari Raisa, bahwa ia dari awal tak hanya seorang berparas menawan yang coba-coba di industri musik. Apa yang membuat albumnya begitu digemari di Indonesia, khususnya di kalangan kelas menengah?

Tawaran manggung tanpa henti hingga bisa menembus 17 kali dalam satu bulan. Karier Raisa menanjak terus dan kesibukan mulai menjadi bagian dari kehidupan gadis ini.

Andien Aisyah

Berbicara tentang musisi muda sekarang yang dinilai cenderung 'manja', Andien berujar :

'Mungkin karena perbedaan keadaan ya, dulu tidak ada namanya profesi make up artist, semua musisi dituntut harus bisa merias wajahnya sendiri. Apapun kondisinya, mereka siap. Sama halnya dengan asisten. Dulu gue punya asisten, ke mana-mana tas gue dibawakan. Sampai titik balik gue tahun 2005, gue lihat Dewi Sandra. Gue datang lengkap dengan asisten, karena pada saat itu menurut gue seorang penyanyi memang harus seperti itu. Begitu gue turun dari mobil, gue lihat mbak Dewi parkir, cuma berdua dengan adiknya, mbak Nina. Mbak Dewi bawa kotak make up dan baju sendiri. Mbak Dewi pasti juga tidak ingat cerita ini, dia tidak sadar betapa dia membawa pengaruh ke gue. Lalu gue berpikir, gila ya, dia penyanyi yang jauh lebih senior daripada gue, tapi dia melakukan segalanya sendiri, dan dia santai tapi tetap keren banget! Lalu kenapa gue jadi culun begini? Jadi dari 2005 hingga sekarang, gue tidak lagi memakai jasa asisten. Efeknya, orang-orang yang bekerja dengan gue jadi lebih mandiri dan pekerjaan mereka bisa maksimal. Dengan membiasakan diri gue menjadi tidak manja sebenarnya memberi pengaruh yang cukup luas, seperti dalam pembuatan keputusan gue maupun sikap gue terhadap orang lain, seperti tidak menggampangkan orang dan lebih menghargai mereka.'

Berita di Copast dari :



You Might Also Like

0 comments